Tampilkan postingan dengan label BAHASA INDONESIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAHASA INDONESIA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Mei 2014

MENINGKATKAN IMAN DAN TAQWA

Diposting oleh Unknown di 22.19 0 komentar

Hari/tanggal : Jumat, 4 April 2011.
Waktu : Pukul 10.00 WIB. s/d 10.30 WIB.
Tempat: Mushalla SMA N 12 Pekanbaru
Narasumber: Yusnimar, S.Ag
Pewawancara : Andam Dewi Ashari.
Topik : Meningkatkan iman dan taqwa. 

Daftar pertanyaan beserta jawabannya:

1) Apa sebenarnya definisi iman itu, Bu?
    Iman itu adalah keyakinan dalam hati yang harus diucapkan, yang diwujudkan dengan  
      perbuatan sesuai dengan kata hati.      

2) Lalu, definisi taqwa itu apa, Bu?
    Taqwa itu sebenarnya takut. Dalam artian takut berbuat dosa, dan mematuhi perintah
    Allah  serta menjauhi laranganNya.

3)  Pada siapa saja Ibu memberi contoh beriman dan bertaqwa pada Allah, Bu?
     Pertama-tama, kepada anak dan keluarga kita. Lalu kemudian kepada masyarakat,
     dan juga kepada anak-anak didik Ibu di sekolah.

4) Bagaimana caranya meningkatkan iman dan taqwa pada diri seseorang ?
    dengan melihat alam sekitar. Kita renungkan, siapa yang telah menciptakan. Dengan
    sering menjenguk orang sakit atau meninggal. Dengan sering pergi ke rumah sakit.
     Semua contoh diatas bisa membuat iman dan taqwa kita semakin meningkat.

5) Mengapa kita harus meningkatkan iman dan taqwa?
Agar kita semakin dekat dengan Tuhan. Kalau kita dekat dengan Tuhan, Tuhan akan sayang kepada kita dan kita akan diberi pahala yang besar dan di hari akhir nanti, kita akan menjadi penghuni surga. Dan Allah akan melindungi orang-orang yang beriman.
6) Dewasa ini, telah banyak budaya luar yang masuk ke negri ini dan menyebabkan
    berkurangnya tingkat keimanan dan ketaqwaan seseorang. Bagaimana ibu
    menanggapi hal ini?
Sebenarnya, sebanyak apapun budaya luar yang masuk, baik yang bernilai positif ataupun negative, tergantung pada keiamanan kita untuk menanggapinya. Jika iman kita kuat, pasti kita tak akan tergoda dengan nilai-nilai negative dari budaya tersebut. Sebaliknya jika iman kita lemah, kita akan mudah terpengaruhi oleh bujukan-bujukan yang menyesatkan yang bersifat negative dan nantinya akan terjerumus. Lebih baik, sebanyak apapun budaya luar datang, jika tak sesuai dengan ajaran agama, jauhi saja yang bersifat negative dan ambillah yang bersifat  positif yang sesuai dengan ajaran agama.
   
7) Di dalam Al-qur’an, di surah apa dan ayat berapa ada dalil tentang beriman
    kepada Agama  Islam dan kepada Allah?
     Di surah Albaqarah ayat 256-257 dan surah Albaqarah ayat 208.

8) Apa yang membuat kita sering lupa pada kewajiban sebagai umat islam?
 Ada 3 faktor yang mempengaruhi. Pertama, faktor keluarga, karena orangtua kita sering memanjakan kita dan orangtua tak pernah menyuruh kita beribadah maka akhirnya kita sering lupa pada kewajiban kita. Yang kedua, faktor lingkungan sekolah, karena adanya pergaulan yang kurang sehat, akhirnya kita meninggalkan kewajiban kita. Yang ketiga, faktor internal, yaitu dari dalam diri kita sendiri, lemahnya iman kita bisa mengakibatkan kita lupa pada kewajiban, bahkan bisa sampai meninggalkan kewajiban.

9) Jika ada sesuatu yang nampaknya akan bisa merusak iman kita, bagaimana
    caranya kita  menolaknya, Bu?
     Kita acuhkan saja. Tak usah ditanggapi. Dan perbanyaklah istighfar.



10) Apa yang dimaksud dengan orang-orang yang beriman, Bu?
      Didalam Alqur’an Q.S. Al-Mu’minun: 1-2 disebutkan, yang artinya : “ sesungguhnya
      beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam
       shalatnya.”. Jadi, kita akan jadi orang-orang yang beriman jika kita khusyu’ dalam
       shalat.

11) Apa yang perlu dilakukan agar iman dan taqwa kita semakin meningkat, Bu?
      Kita perlu rajin beribadah, seperti shalat tepat waktu, perbanyak baca Alqur’an dan
     berdzikir, Dan menjauhi perbuatan yang tak baik.

12)  Apa ciri-ciri orang yang beriman dan bertaqwa?
      - berkelakuan baik.                              -  khusyu’ dalam shalatnya
      - rajin beribadah                                  -  teguh pendiriannya dalam beragama.

13) Jika kita mengajak seseorang untuk beriman dan bertaqwa kepada Allah dan dia
      menolaknya, bagaimana seharusnya kita menyikapi itu, Bu?
 Jika kita telah mengajak seseorang itu untuk beriman dan bertaqwa kepada Allah dan     dia tidak mau, lebih baik kita serahkan saja kepada Allah. Dan biarlah Allah yang akan memberi hidayah pada orang itu nantinya.

14) Apakah kita harus memilih pemimpin yang bertaqwa?
      Ya, karena pemimpin yang bertaqwa itu pasti akan memimpin dengan adil sesuai
      dengan ajaran agama, dan dia akan membawa rakyat menjadi sejahtera.

15) Adakah saran atau tips dari Ibu untuk meningkatkan iman dan taqwa?
 Sebaiknya kita mengenalkan dan mengajarkan iman dan taqwa kepada anak-anak semenjak dasar. Bahkan dari rahim pun harus sudah dikenalkan dengan syi’ar agama. Baik melalui nyanyian, tarian, dll. Sehingga dia sudah besar nanti, hal ini akan menjadi kebiasaan bagi dirinya.



HASIL WAWANCARA:
 Ibu Yusnimar, S.Ag (narasumber) sebagai seorang guru agama islam di SMA N 12 Pekanbaru berpendapat bahwa iman itu adalah sesuatu yang diyakini dalam hati yang diucapkan dengan lisan dan diwujudkan dengan perkataan sesuai dengan kata hati. iman dan taqwa banyak orang zaman sekarang runtuh karena adanya pengaruh negative yang merasuki diri seseorang dan mereka tergoda untuk melakukannya karena iman mereka lemah. Sebaiknya kita banyak-banyaklah beribadah dan mengingat Allah supaya terhindar dari perbuatan buruk yang bisa merusak iman dan taqwa kita. Sering-seringlah membaca Alqur’an karena Alqur’an itu adalah pedoman hidup kita. Kita juga bisa meningkatkan kualitas keimanan kita dengan cara melihat orang sakit, melihat orang meninggal, memperhatikan keindahan alam semesta agar tingkat keimanan kita semakin tinggi. Sebaiknya keimanan dan ketaqwaan diajarkan kepada seseorang semenjak dia masih kecil ataupun sejak masih dalam kandungan, mereka diperkenalkan kepada ilmu agama melalui nyanyian, tarian, dll. Agar sampai dewasa nanti mereka telah terbiasa dan akhirnya mereka akan menjadi orang yang tinggi kualitas iman dan taqwanya pada Allah.

  

Makalah Retorika

Diposting oleh Unknown di 21.23 0 komentar

BAB I
PENDAHULUAN


1.1          Latar Belakang
Memang harus diakui, pada zaman sekarang ini banyak orang ketika berbicara atau menyampaikan gagasan menggunakan gaya atau seni berbicara yang baik sehingga apa yang disampaikan dapat dimengerti oleh pendengar sesuai yang diinginkan pembicara. Namun, ada juga orang-orang yang belum memiliki kemampuan  gaya atau seni berbicara yang baik dalam menyampaikan gagasan sesuai dengan keinginan orang yang berbicara tersebut.
Agar terciptanya suatu komunikasi yang baik, perlu memahami retorika atau seni berbicara dengan baik untuk menghindari kekeliruan dalam berkomunikasi antar pembicara dan dan lawan bicara.
 Dalam makalah ini kami akan mencoba menjelaskan tentang retorika, dalam segi pengertian, metode-metode, serta fungsinya.
1.2          Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian Retorika ?
2.      Apa saja metode-metode Retorika ?
3.      Apa saja fungsi Retorika ?
1.3          Tujuan
            Makalah ini bertujuan untuk menjelaskan kepada pembaca tentang apa itu retorika, apa saja metode-metode retorika, serta apa saja fungsi retorika. Semoga dengan membaca makalah ini dapat menambah wawasan pembaca.




BAB II
PEMBAHASAN
   2.1 Pengertian Retorika
Retorika adalah suatu seni berbicara atau berkomunikasi yang baik secara lisan dicapai berdasarkan bakat alami atau talenta dan keterampilan teknis, yang dilakukan seseorang kepada seseorang atau sekelompok orang secara langsung. Dengan kata lain dapat diartikan sebagai kesenian untuk berbicara baik, yang digunakan dalam proses komunikasi antar manusia.
Kesenian berbicara ini bukan hanya berarti berbicara secara lancar tanpa jalan pikiran yang jelas dan tanpa isi, melainkan suatu kemampuan untuk berbicara secara singkat, padat, jelas, mengesankan, serta dapat dipahami dengan baik oleh pendengar maksud yang dibicarakan oleh pembicara. Berbicara berarti mengucapkan kata atau kalimat kepada seseorang  atau sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Misalnya, kita memberi suatu informasi kepada seseorang melalui lisan. Berbicara merupakan suatu kemampuan khusus manusia. Dengan berbicara yang baik, yakni berbicara yang menarik, bernilai positif, menghibur, dan bisa mempengaruhi orang lain dapat meningkatkan kualitas diri kita yang baik terhadap orang lain.
 2.2  Metode Retorika
            Adapun metode retorika antara lain :
1.      Metode Impromtu(serta merta)
            Metode ini dilakukan berdasarkan kebutuhan sesaat, pembaca tidak melakukan persiapan sama sekali. Melainkan secara serta merta berdasarkan kemampuan dan pengetahuan kita sendiri. kesanggupan dan kemampuan penyampaian lisan seperti ini sangat berguna dalam keadaan mendesak atau terpaksa.
2.      Metode Menghapal
            Metode ini merupakan kebalikan dari metode impromptu, penyampaian metode ini dipersiapkan dan ditulis secara lengkap terlebih dahulu apa yang ingin disampaikan. Pembicara dengan metode ini ini sering menjenuhkan dan tidak menarik. Ada kecenderungan untuk berbicara cepat-cepat dan mengeluarkan kata-kata tanpa menghayati makna yang disampaikan.
3.      Metode Naskah
            Metode ini sering dipakai dalam pidato-pidato resmi. Metode ini sifatnya agak kaku, sebab bila tidak atau kurang melakukan latihan yang cukup.

   2.3 Syarat-Syarat Retorika
            Adapun syarat-syarat retorika dalam berbicara yaitu :
1.      Membuat uraian-uraian yang lengkat, mengkaji atas masalah kesimpulan dan saran-saran.
2.      Uraian yang disampaikan secara tegas dan konsisten agar tidak timbul pertanyaan-pertanyaan atau tafsiran yang keliru.
3.      Uraian harus jelas, cermat dan sederhana, pernyataan-pernyataan harus dalam bahasa yang jelas agar mempermudah pengertian dan keyakinan, serta tidak menimbulkan perbedaan tafsiran.

   2.4 Fungsi Retorika
1.  Dapat menciptakan komunikasi lisan yang baik dan benar.
2. Mencegah terjadinya kekeliruan antara yang disampaikan pembicara dan yang diterima  oleh pendengar.
3. Dengan menguasai retorika yang baik, dapat meningkatkan kualitas diri kita terhadap orang lain.



BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
            Dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa retorika adalah suatu seni berbicara atau berkomunikasi yang baik secara lisan dicapai berdasarkan bakat alami atau talenta dan keterampilan teknis, yang dilakukan seseorang kepada seseorang atau sekelompok orang secara langsung. Dengan menguasai retorika yang baik akan dapat meningkatkan kualitas diri yang baik serta dapat menhasilkan suatu komunikasi yang mudah dimengerti oleh pendengar  sesuai apa yang diinginkan pembicara.

3.2  Saran
            Dalam membuat makalah ini kami mendapat pengalaman yang berharga mengenai pengetahuan tentang retorika. Kami mengajak dan menyarankan kepada pembaca untuk mempelajari lebih dalam lagi tentang retorika, agar terciptanya suatu komunikasi lisan enak didengar dan mudah untuk dimengerti sesuai keinginan pembicara.

Selasa, 24 Desember 2013

Syarat-Syarat Pemilihan Kata Dalam Penggunaan Diksi

Diposting oleh Unknown di 03.20 0 komentar

Syarat-Syarat Pemilihan Kata Dalam Penggunaan Diksi

1.      Membedakan Makna Umum dan Makna Khusus

Kata umum adalah kata yang acuannya lebih luas. Kata khusus adalah kata yang acuannya lebih sempit atau khusus. Misalnya ikan termasuk kata umum, sedangkan kata khusus dari ikan adalah mujair, lele, gurami, gabus, koi. Contoh lainnya misalnya lele dapat menjadi kata umum, jika kata khususnya adalah lele lokal, lele dumbo.
2.      Membedakan Kata Konkrit dan Kata Abstrak
Kata konkrit adalah kata yang acuannya dapat diserap oleh pancaindra. Misalnya meja, rumah, mobil, air.
Sedangkan kata abstrak adalah kata yang acuannya sulit diserap oleh pancaindra. Misalnya perdamaian, gagasan.
3.      Membedakan Kata yang Bersinonim
Sinonim adalah dua kata atau lebih yang mempunyai makna yang sama, tapi bentuknya berlainan. Penulis harus berhati-hati memilih kata dari sekian sinonim yang ada untuk menyampaikan apa yang diinginkan sehingga tidak timbul kekeliruan.
4.      Membedakan Kata Ilmiah dan Kata Populer
Kata ilmiah merupakan kata-kata dari bahasa asing yang dapat diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia. Kata-kata ilmiah biasa digunakan oleh pelajar dalam berkomunikasi maupun dalam tulisan-tulisan ilmiah seperti karya tulis ilmiah, laporan ilmiah, skripsi, dan sebagainya.
Kata popular adalah kata yang biasa digunakan dalam komunikasi sehari-hari masyarakat umum.
Berikut adalah contoh dari kata-kata tersebut.
Kata Ilmiah:                             Kata Popular:
Analogi                                    kiasan
Final                                        akhir





5.      Membedakan Makna Kata

Penulis hatus mampu membedakan makna kata yang mirip ejaannya, misalnya: inferensi(kesimpulan), interferensi(saling mempengaruhi)

   2.3 Fungsi Diksi

         1. dapat menciptakan komunikasi yang baik dan benar
         2. mencegah perbedaan penafsiran atau salah paham
         3. membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat, baik resmi maupun nonresmi, sehingga menyenangkan pembaca.

Minggu, 27 Oktober 2013

BENTUK PUISI BARU DAN LAMA

Diposting oleh Unknown di 22.45 0 komentar

BENTUK PUISI BARU DAN LAMA
PUISI LAMA

Puisi lama dapat dibedakan menjadi:

1)  Mantra
Mantra merupakan puisi yg berisi puji-pujian terhadap sesuatu yg gaib atau dikeramatkan

Contoh mantra: Mantra Pelindung diri untuk penahan kulit:
Kejang aku kejang rungkup. Kejang tunjang tengah laman.
Kebal aku kebal tutup. Terkucap kulit tak berjalan.
Terkunci terkancing tak mara. Hai hai anak datuk laut.
Nyalah egkau, pergilah. Jikalau engkau tdk pergi.
Aku pukul dgn ijuk tunggal.Dgn ijuk pusaka.aku sekal kepalamu

2)  Bidal
Bidal digunakan masyarakat lama utk mengungkapkan sesuatu.
Contoh:   Seperti bunga ditimpa panas
            Bagai kucing dengan anjing

            Tua tua keladi, makin tua makin menjadi.
            Ada ubi ada talas, ada ubi ada balas.

3)  Pantun
Pantun merupakan puisi lama yg terdiri dari 4 baris dalam satu baitnya dan bersajak a-b-a-b.

Macam-macam pantun:
a)   Pantun jenaka
Pantun Jenaka adalah pantun yang bertujuan untuk menghibur orang yang mendengar, terkadang dijadikan sebagai media untuk saling menyindir dalam suasana yang penuh keakraban, sehingga tidak menimbulkan rasa tersinggung, dan dengan pantun Jenaka diharapkan suasana akan menjadi semakin riang.
Contoh pantun jenaka:
Jalan-jalan ke rawa-rawa
Jika capai duduk di pohon palm
Geli hati menahan tawa
Melihat katak memakai helm
b)     Pantun nasehat
Pantun ini berisi nasehat.
Contoh pantun nasehat:
Kalau harimau sedang mengaum
Bunyinya sangat berirama
Kalau ada ulangan umum
Marilah kita belajar bersama

c)      pantun agama
contoh pantun agama:
Halia ini tanam-tanaman
Ke barat juga akan rebahnya
Dunia ini pinjam-pinjaman
Ke akhirat juga akan sudahnya

4)      Talibun
Talibun adalah pantun jumlah barisnya lebih dari empat baris, tetapi harus genap misalnya 6, 8, 10 dan seterusnya.
Jika satu bait berisi enam baris, susunannya tiga sampiran dan tiga isi.
Jika satiu bait berisi delapan baris, susunannya empat sampiran dan empat isi.  Jadi :
Apabila enam baris sajaknya a – b – c – a – b – c.
Bila terdiri dari delapan baris, sajaknya a – b – c – d – a – b – c – d
Contoh  ;   Kalau anak pergi berjalan
                  Ibu cari sanak pun cari isi
                   Induk semang cari dahulu

5)      Gurindam
Gurindam adalah puisi lama yang berasal dari Tamil (India).
CIRI-CIRI GURINDAM:
a. Sajak akhir berirama a – a ; b – b; c – c dst.
b. Berasal dari Tamil (India)
c. Isinya merupakan nasihat yang cukup jelas yakni menjelaskan atau menampilkan suatui sebab akibat.
Contoh :
Kurang pikir kurang siasat (a)
Tentu dirimu akan tersesat (a)
Barang siapa tinggalkan sembahyang ( b )
Bagai rumah tiada bertiang ( b )
Jika suami tiada berhati lurus ( c )
Istri pun kelak menjadi kurus ( c )
6)      Seloka
Seloka adalah pantun berkait yang tidak cukup dengan satu bait saja sebab pantun berkait merupakan jalinan atas beberapa bait.
CIRI-CIRI SELOKA:
a. Baris kedua dan keempat pada bait pertama dipakai sebagai baris pertama dan ketiga bait kedua.
b. Baris kedua dan keempat pada bait kedua dipakai sebagai baris pertama dan ketiga bait ketiga
c. Dan seterusnya
Contoh :
Lurus jalan ke Payakumbuh,
Kayu jati bertimbal jalan
Di mana hati tak kan rusuh,
Ibu mati bapak berjalan

7)      Syair
Syair adalah puisi lama yang berasal dari Arab.
CIRI - CIRI SYAIR :
a. Setiap bait terdiri dari 4 baris
b. Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata
c. Bersajak a – a – a – a
d. Isi semua tidak ada sampiran
e. Berasal dari Arab
Contoh :
Pada zaman dahulu kala (a)
Tersebutlah sebuah cerita (a)
Sebuah negeri yang aman sentosa (a)
Dipimpin sang raja nan bijaksana (a)

8)      Kit’ah
Puisi Arab yang berisikan tentang nasihat-nasihat yang bersifat mendidik.
Contoh:
Jikalau dalam tanah pada ikhwal sekalian
Tiadakan kudapat bedakan pada antara rakyat dan sultan
Fana juga sekalian yang ada, dengarkanlah yang Allah berfirman
Kulluman’alaihi Famin, yaitu barang siapa yang di atas bumi itu lenyap jua.

9)      Gazal
Puisi Arab yang berisikan cinta kasih.
Contoh:
Kekasihku seperti nyawa pun adalah terkasih dan mulia juga
Dan nyawaku pun, mana daripada nyawa itu jauh ia juga
Jika seribu tahun lamanya pun hidup ada sia-sia juga
Hanya jika pada nyawa itu yang menghidupkan sementara nyawa manusia juga
Dan menghilangkan cinta pun itu kekasihnya yang setia juga
Bukhari yang ada nyawa itu adalah berbahagia juga

10)  Nazam
Puisi Arab yang berisikan tentang cerita hamba sahaya, raja, sultan, pangeran, atau bangsawan istana.
            Contoh:
            Bahwa bagi raja sekalian , Hendak ada menteri demikian
            Yang pada suatu pekerjaan , Sempurnakanlah segala kerajaan
            Menteri inilah maha tolan raja , Dan peti segenap rahasia sahaja
            Karena kata raja itu katanya , Esa artinya dan dua adanya
            Maka menteri yang demikianlah perinya , Ada keadaan raja dirinya
            Jika rapat adanya itu , Dapat peti rahasianya di situ

11)  Ruba’i
Puisi Arab yang berisikan hal-hal yang berhubungan dengan nasihat-nasihat bersifat pemujaan.
     
      Contoh:
MANUSIA
Subhanallah apa hal segala hal manusia
Yang tubuhnya dalam tanah jadi duli yang sia
Tanah itu kujadikan tubuhnya kemudian
Yang ada dahulu padanya terlalu mulia

12)  Masnawi
Masnawi adalah puisi Arab yang berisi puji-pujian tentang tingkah laku seorang yang mulia.
       Contoh:
UMAR
      Umar yang adil dengan perinya , Nyatalah pun adil dengan sendirinya
Dengan adil itu anaknya dibunuh , Inilah yang benar sungguh
Dengan bedah antara isi alam , Ialah yang besar pada siang malam
Lagipula yang menjauhan segala syar ,
Immamullah di dalam padang mashyar
Barang yang hak Ta’ala katakanya itu ,
Maka katanya yang sebenarnya begitu

PUISI BARU
Beberapa bentuk puisi baru:
1)      Distikon
Distikon adalah sanjak 2 seuntai, biasanya bersajak sama.
Contoh :
Berkali kita gagal
Ulangi lagi dan cari akal

Berkali-kali kita jatuh
Kembali berdiri jangan mengeluh

2)      Terzina
Terzina adalah sanjak 3 seuntai.
Contoh :
Dalam ribaan bahagia datang
Tersenyum bagai kencana
Mengharum bagai cendana

Dalam bah’gia cinta tiba melayang
Bersinar bagai matahari
Mewarna bagaikan sari

3)      Kuatrin
Sajak empat seuntai yang setiap baitnya terdiri atas empat buah kalimat. Kuatrin bersajak ab\ab, aa-aa, ab\ab atau aa\bb.
Contoh:
NGARAI SIANOK
Berat himpitan gunung Singgalang , Atas daratan di bawahnya
Hingga tengkah tak alang-alang , Ngarai lebar dengan dalangnya
Bumi runtuh-runtuh juga ,Seperti beradab-adab yang lepas
Debumnya hirap dalam angkasa , Derumnya lenyap di sawah luas
Dua penduduk di dalam ngarai, Mencangkul lading satu-satu
Menyabit di sawah bersorak sorai, Ramai kerja sejak dahulu
Bumi runtuh-runtuh jua, Mereka hidup bergiat terus
Seperti si Anok dengan rumahnya, Diam-diam mengalir terus

4)      Kuint
Sajak atau puisi yang terdiri atas lima baris kalimat dalam setiap baitnya.Kuint bersajak a-a-a-a-a.
Contoh:
HANYA KEPADA TUAN
Satu-satu perasaan , Yang saya rasakan
Hanya dapat saya katakan.  Yang pernah merasakan
Satu-satu kegelisahan .Yang saya rasakan Hanya dapat saya kisahkan
Kepada Tuan Yang pernah di resah gelisahkan
Satu-satu desiran Yang saya dengarkan
Hanya dapat saya syairkan Kepada Tuan
Yang pernah mendengarkan desiranSatu-satu kenyataan
Yang saya didustakanHanya dapat saya nyatakan Kepada Tuan
Yang enggan merasakan

5)      Seklet / sektet.
Sajak atau puisi enam seuntai, artinya terdiri atas enam buah kalimat dalam setiap baitnya. Sektet mempunyai persajakan yang tidak beraturan. Dalam sektet, pengarangnya bebas menyatakan perasaannya tanpa menghiraukan persajakan atau rima bunyi.
           Contoh:
           BUNDA DAN ANAK
          Masak jambak Buah sebuah .Diperam alam di ujung dahan Merah
          Beuris-uris Bendera masak bagi selera
          Lembut umbut Disantap sayap
          Kereak pipi mengobat luas  .Semarak jambak
          Di bawah pohon terjatuh ranum , Lalu ibu
          Di pokok pohon ,Tertarung hidup, terjauh mata
          Pada pala , Tinggal sepenggal ,Terpercik liur di bawah lidah

6)      Septina
Sajak tujuh seuntai yang setiap baitnya terdiri atas tujuh buah kalimat. Sama halnya dengan sektet, persajakan septina tidak berurutan.
Contoh:
API UNGGUN
Diam tenang kami memandang
Api unggun menyala riang
Menjilat meloncat menari riang
Berkilat-kilat bersinar terang
Nyala api nampaknya curia
Hanya satu cita digapai
Alam nan tinggi, sunyi, sepi

7)      Stanza
Sajak delapan seuntai yang setiap baitnya terdiri atas delapan buah kalimat. Stanza disebut juga oktava. Persajakan stanza tidak beraturan.
Contoh:
PERTANYAAN ANAK KECIL
Hai kayu-kayu dan daun-daunan ,Mengapakah kamu bersenang-senang?
Tertawa-tawa bersuka-sukaan? ,Oleh angin dan tenang, serang?
Adakah angin tertawa dengan kami?
Bercerita bagus menyenangkan kami?
Aku tidakmengerti kesukaan kamu! Mengapa kamu tertawa-tawa?
Hai kumbang bernyanyi-nyanyi!
Apakah yang kamu nyanyi-nyanyikan?
Bunga-bungaan kau penuhkan bunyi!
Apakah yang kamu bunyi-bunyikan? Bungakah itu atau madukah?
Apakah? Mengapakah? Bagaimanakah? Mengapakah kamu tertawa-tawa?

Bentuk-bentuk puisi baru berdasarkan isi yang terkandung di dalamnya adalah:
1. Ode
Sajak atau puisi yang isinya mengandung pujian kepada seseorang, bangsa dan Negara, atau pun sesuatu yang dianggap mulia. Karena isinya itulah, ode disebut juga sebagai puji-pujian. Persajakan ode tidak beraturan atau bebas.
Contoh:
· Menara sakti ( Kepada arwah HOS. Cokroaminoto) , karya A Hasjmy

2. Himne
Sajak pujaan, yaitu puji-pujian kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Himne disebut juga sajak atau puisi ketuhanan.
Contoh:
· Padamu jua, karya Amir Hamzah

3. Elegi
Elegi merupakan sajak duka nestapa. Isi sajak ini selalu mengungkapkan sesuatu yang menyayat hati, mendayu-dayu dan mengharu-biru.
Contoh:
· Bertemu, karya Sutan Takdir Alisyahbana

4. Epigram
Sajak atau puisi yang berisi tentang ajaran-ajaran moral, nilai-nilai hidup yang baik dan benar, yang dilukiskan dengan ringkas. Terkadang ditulis dengan kata-kata atau kalimat-kalimat sindiran atau kecaman pahit.
Contoh:
· Pemuda, karya Surapati

5. Satire
Sajak atau puisi yang isinya mengecam, mengejek dengan kasar (sarkasme) dan tajam (sinis) suatu kepincangan atau ketidakadilan yang ada dalam masyarakat.

Contoh:
· Marhaen, karya Sanusi pane

6. Romance
Romance adalah sajak atau puisi yang berisi tentang cinta kasih. Cinta kasih ini tidak hanya cinta kasih antara dua orang kekasih, tetapi juga cinta kasih dalam bentuk lainnya. Misalnya cinta terhadap suasana damai dan tentram, cinta keadilan, cinta terhadap bangsa dan Negara juga cinta kepada Tuha.
Contoh:
· Anakku, karya J.E. Tatengkeng

7. Balada
Sajak atau puisi yang berisikan cerita atau kisah yang mungkin terjadi atau hanya khayalan penyairnya saja.
Contoh:
· Kristus di Medan Perang, karya Situr Situmorang

8. Soneta
Soneta adalah salah satu bentuk puisi baru yang berasal dari Italia dan masuk ke Indonesia melalui pemuda terpelajar Indonesia yang belajar di Eropa, terutama Belanda.Tokoh sonata terkenal dan dianggap sebagai bapak sonata Indonesia adalah Mohammad Yamin dan Rustam Effendi.
Soneta yang asli terdiri atas empat belas kalimat seluruhnya. Namun sonata yang ada di Indonesia jumlah barisnya lebih dari empat belas kalimat. Tambahan baris kalimat dalam sonata tersebut dinamakan koda atau ekor.
Contoh:
· Kehilangan Mestika, karya A. Kartahadimadja
· Untuk Tini Kusuma, karya Moch. Yamin
 

Miss Galaxy Yoon Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea